Rabu, 18 April 2012

Aksi Coret Warnai Ujian Nasional Terakhir

Hot:
MEDAN|OB – Aksi coret seragam bagi kalangan pelajar di Kota Medan masih saja kerap terjadi, meskipun Dinas Pendidikan Sumatera Utara telah melarang aksi tersebut.
Pantauan di beberapa sekolah di Kota Medan, hari ini (18/4), masih terjadi pada hari terakhir pelaksanaan UN tingkat SMK.
Para siswa yang melakukan aksi coret baju terlihat pada siswa SMK Raksana, SMKN 5 Medan, SMK Dwi Warna dan SMK Eria.
Para siswa tersebut melakukan aksi coret baju tepat didepan sekolah dengan menggunakan berbagai alat, seperti cat semprot dan spidol.
Hal hasil, apa yang dilakukan para mahasiswa ini tentu saja mengundang perhatian masyarakat pengguna jalan. Akibatnya kemacetan pun terjadi meski tidak berlangsung lama.
Mirna, salah seorang siswa SMK Raksana mengatakan, aksi coret baju ini merupakan tradisi setiap tahun usai ujian nasional.
“Ini sebagai bentuk luapan kegembiraan kami karena telah melewati masa-masa yang menegangkan. Ini hanya setahun sekali, dan ini tahun kami terakhir di SMK. Jadi tidak ada salahnya kami melakukan ini sebagai kenang-kenangan. Karena setelah ini belum tentu kami nantinya bisa melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi,” ujarnya.
Saat ditanya apakah tidak ada imbauan dari sekolah untuk tidak melakukan aksi coret usai UN, dirinya mengatakan, memang sebelumnya kepala sekolah dan guru-guru telah mengumumkan itu. Namun baginya itu tidak terlalu menjadi permasalahan.
“Kami kan tidak melakukan aksi coret di sekolah. Coretan-coretan di seragam ini akan menjadi kenangan yang manis bagi kami,” katanya.
Sementara itu, Ardi, salah seorang pengguna jalan di Gajah Mada mengatakan, aksi para siswa ini dinilai tak terpuji. Pasalnya, mereka belum juga dinyatakan lulus, namun sudah bertindak diluar kewajaran.
Ia mengatakan, seharusnya mereka tidak perlu mencorat coret baju, melainkan mereka harusnya pulang ke rumah dengan tertib lalu berdoa semoga lulus UN tahun ini.
“Aksi corat coret ini sangat menganggu pengguna jalan. Akibat ulah para pelajar itu, banyak pengemudi kendaraan memperhatikan mereka. Akibatnya, arus lalu lintas jadi terhenti sementara. Beruntung, aksi tersebut tak menimbulkan kecelakaan lalu lintas,” katanya.
Corat coret terhadap seragam ini, sangat disayangkan. Padahal, mereka tak perlu melakukannya. Karena, baju tersebut masih bisa dimanfaatkan untuk adik atau saudaranya.
“Pelajar sekarang sulit diatur. Mereka sudah senang duluan, padahal belum tentu lulus,” ujarnya dengan nada kesal. [hmt]
Bookmark and Share

related post

Baca Juga

Terkait

Description: Rating: 4.5 Reviewer: annajmin zega ItemReviewed:
Al
Mbah Qopet Updated at: 4/18/2012 05:34:00 AM

0 komentar :

Poskan Komentar